Nikmatnya Sebuah Penantian

Pekerjaan apa yang paling membosankan?

Menunggu!!!!!!

Ya sepasang pertanyaan dan jawaban yang seolah klise namun menemukan faktanya dalam dunia nyata. Siapa pun  akan resah dan gelisah jika di minta untuk menunggu. Apalagi jika menanti sesuatu yang tak pasti. Menanti yang pasti saja kadang menjenuhkan.

Menanti, menanti dan menanti entah berapa kali sudah kita sering menyelam dalam sebuah penantian. Dan sebanyak itu pula hati kita dongkol dan tak sabar untuk mengakhiri semua penantian. Jika boleh, semua asa yang terbesit dalam hati segara mewujud dalam fakta nyata. Namun fakta tak selamanya seindah harapan. Kadang penantian panjang untuk terwujudnya segenggam asa justru bermuara pada fakta yang jauh dari angan-angan.

Penantian panjang akan menjadi episode wajib dalam hidup kt, Bahkan mungkin saat anda membacacatatan  ini anda telah hanyut dalam sebuah penantian panjang. Namun hebatnya seorang pejuang sejati justru akan merasa nikmat dalam lantunan merdu nada penantian. Jika kebanyakan orang resah hatinya ketika harus melalui suatu penantian namun akibat suatu kekuatan dahsyat yang dimiliki seorang pejuang penantian itu justru menjadi indah. Penantian menjadi sesuatu yang indah karena sang penanti memiliki aura spirit yang berasal dari kobaran kenyakinanya.

Sayangnya banyak diantara kt yang jenuh menanti dan memutuskan diri bergabung dalam komunitas pejuang yang patah ditengah jalan. Padahal Allah sendiri yang berjanji tidak akan menyia-yiakan penantian kt. Namun begitu menjenuhkan memang suatu penantian, sampai-sampai janji Allah pun tak mampu membuatnya kokoh berdiri diatas perjuangan nya.

Sebenarnya Allah telah menurunkan para penanti-penanti sejati abad terdahulu untuk dijadikan referensi bagi penanti abad modern saat ini.

Rasulullah sendiri pun adalah penanti yang tak kenal putus asa. Semenjak turunnya wahyu ditempat yang bernama gua hira, Rasulullah pun dengan sabar menanti tiap tetes pertolongan Allah. kadang tetesan pertolongan Allah itu langsung datang saat Rasulullah membutuhkannya. Kadang pula Allah menundanya, untuk menguji kekuatan penantian Rasul dan para sahabatnya.

اللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُو فَلاَ تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِي كُلَّهُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ

“Ya Allah, rahmat-Mu aku harapkan, janganlah Engkau serahkan (segala urusanku) kepada diriku walau sekejap mata, perbaikilah segala urusanku, tiada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau“.

Semoga kt bs senantiasa ostiqomah dlm sebuah penantian….. amin.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s