Ada Anak Bertanya Pada Bapaknya

Tidak terasa minggu pertama Puasa tlah kita lewati

sy mulai berpikir!!! apa sih dampak yg sdh kt dapatkan dr seminggu puasa ramadhan yg sdh kt lalui??

ehmmmm..apa yah????

Oke deh, kiranya dalam memahaminya saya lebih  memilih menyitir dari sumber lagu pop saja,

jadi bolehlah saya meminjam syair karya Taufiq Ismail dalam lagunya Bimbo yang berjudul “Anak bertanya pada bapaknya”,

dalam lagu itu dikatakan demikian :

Ada anak bertanya pada bapaknya:

Buat apa berlapar-lapar puasa…?

Ada anak bertanya pada bapaknya:

Tadarus tarawih apalah gunanya…?

Lapar mengajarmu rendah hati selalu…

Tadarus artinya memahami kitab suci…

Tarawih mendekatkan diri pada Illahi…

Nah,

Karena saya bukan ahli agama, saya merenungkan makna dalam hal yang saya mengerti saja,

Untuk pembahasan yang lebih religius khan sudah banyak di luar sana… para ust , tuan guru dan Kyai.

dan mungkin ada baiknya tidak perlu meletakkan harapan terlalu tinggi untuk mendapatkan penyegaran rohani dari catatan ini.

coba liat di baris kelima “Lapar mengajarmu rendah hati selalu”,

Artinya, diyakini bahwa oleh sebab lapar, maka akibatnya kita akan belajar menjadi “rendah hati”. Jadi luar biasa sekali bahwa melatih rendah hati dapat dengan cara mensimulasi diri masuk dalam state of mind “lapar”.

Saya tidak tahu bagaimana tepatnya kondisi lapar bisa membuat seseorang belajar jadi rendah hati. Nanti pada bagian akhir kita akan lihat, apakah “rendah hati” ini memang bisa diwujudkan  dari suatu kondisi atas “lapar” pada makanan-minuman…

kita lanjukan dulu lagunya di akhir  syair kelima ada kata “selalu” yg kalau di artikan dlm bahasa arab sama dgn“istiqomah”

jadinya lapar yang dapat membentuk sifat rendah hati adalah lapar yg di implementasikan dengan berpuasa yang tdk cukup hanya dalam sehari saja melainkan satu bulan penuh…

dulu saya pernah belajar dari seorang ust, bahwa rendah hati bolehlah disamakan artinya dengan kata tawadhu’, yang merupakan lawan kata dari takkabur (sombong). Tawadhu’ berasal dari lafadz Adl-Dla’ah yang berarti kerelaan manusia terhadap kedudukan yang lebih rendah, atau rendah hati terhadap orang yang beriman, atau mau menerima kebenaran, apapun bentuknya dan dari siapapun asalnya.

Rendah hati tentunya berbeda dengan “mengesankan diri rendah hati”, secara keseluruhan benar-benar merupakan dua hal yang berbeda. Sesungguhnya “mengesankan diri rendah hati” justru merupakan bentuk “kesombongan diri”.

misalnya…seseorang yg dipercayakan untuk memegang suatu amanat dan tanggung jawab yang kiranya mampu utk dia laksanakan tapi dia tdk mau dengan alasan ingin merendahkan diri maka sekali lagi itu merupakan suatu “kesombongan diri

Nah, sejauh yang saya pahami, puasa adalah juga latihan pengelolaan hawa nafsu, bukan sekedar berhenti makan minum ketika siang, dan membalas dendam  ketika malam hari. Yang demikian itu sebenarnya hanyalah memindahkan jam biologis metabolisme saja.

Cukup banyak kita menyaksikan orang yang begitu sore sudah nggak sabar untuk berburu makanan nikmat, dan ditimbun banyak-banyak untuk dilahap penuh hasrat nafsu ketika waktu berbuka sudah tiba. Lucu sekali, ketika tidak sedang berpuasa, kita makan minum toh biasa-biasa saja, apa adanya.

Anehnya,,,,,, lantas ketika masuk bulan puasa, justru anggaran biaya rumah tangga melambung naik secara  signifikan!

Tiba-tiba muncul “mata anggaran” baru, karena harus menyiapkan makan-minum sahur yang lebih menimbulkan nafsu makan, menambahkan susu hangat dan coklat, menyiapkan berbagai vitamin untuk memperkuat badan.

Sorenya, menjelang buka puasa harus menyiapkan hidangan berbuka yang enak-enak, beli kue-kue jajanan pasar di “pasar kaget”, nambah minuman buah khusus semacam kolak atau koktil, dan lain-lain dan lain lainnya

Belum lagi untuk santapan bakda sholat tarawih,  serta cemilan malam hari.

Lha, kalau hanya memindah jam biologis makan seperti ini, lalu makna apa yang diperoleh dengan puasa ?

Tentu saja saya tidak ingin nyindir dengan semua itu.

Tentu saja boleh  kita nyiapin vitamin dan makan minum lebih enak…, dan tdk ada larangan ya khan???😀😀

Jadi dari sini dapat disimpulkan, bahwa “rasa lapar” yang dimaksud tentunya bukan hanya lapar atas makan-minum, namun juga lapar yang disebabkan atas pengaruh manajemen / pengelolaan nafsu-nafsu yang lain.

Oke…, klop sudah….. saat kita kaitkan dengan syair lagu berikutnya:

Lapar mengajarmu rendah hati selalu

Tadarus artinya memahami kitab suci

Tarawih mendekatkan diri pada Illahi

Nah, jadi dalam kondisi yang rendah hati selalu, kita diharapkan banyak mempelajari dan memahami kitab suci, serta melakukan ibadah sholat malam/tarawih untuk mendekatkan diri padaNya.

Sempurna sekali! Rendah hati kepada Nya…, mengingat bahwa kita sebenarnya cuma hamba kecil ciptaanNya.

wallahu a’lam bissowab……


2 comments

  1. jangan hnya karna lapar saja yg mengajarkan jd rendah hati

    berusahalah bersikap slalu rendah hati kpda smua org dlm keadaan lapar maupun kenyang😀


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s