Salju Bakar Bumbu Kecap

Berada dinegeri rantau pasti banyak suka dan dukanya terlebih disaat rasa kangen keluarga, rindu kampung halaman mulai menyelimuti relung jiwa ohh..sungguh sangat tersiksa rasanya, pantas ada pepatah yg mengatakan “hujan emas dinegeri orang lebih baik daripada hujan batu tapi dinegeri sendiri” dan juga teringat sebuah hadits Rasulullah SAW yang dulu pernah saya pelajari saat masih dipesantren : السفر قطعة من العذب ( Musafir itu bagian dari siksaan) wah ternyata setelah dirantau baru terasa tu…😀   Selain kangen keluarga bertemua keluarga dan orang orang tersayang, kangen akan cita rasa masakan kampung halaman pastilah tidak diragukan lagi, apalagi buat para perantau yg tidak punya keahlian untuk memasak sendiri atau keahliannya pas pasan alian cuma bisa masak mie telur doang tentunya akan menambah berat beban siksaan dirantauan.

Kali ini saya ingin bercerita tentang sebuah pengalaman tentang masak memasak anak rantau yang berhasil membuat kreasi masakan baru dengan cita rasa yang tidak karuan sehingga sayapun memberikan nama masakan itu “salju bakar bumbu kecap”😀  kejadian ini berlangsung sekitar bulan januari lalu saat musim dingin mencapai puncaknya dengan derasnya salju yg terus turun menghantam Korea Selatan, seperti biasa asrama tempat kami tingal akan terasa gaduh saat jam setengah delapan malam dimana semua kami baru pulang kerja, yang mandi, yang bersih bersih, yang sholat dan lain sebagainya dan tidak lupa tentunya yang dapat giliran masak buat makan malam akan menjadi yang super sibuk. kebetulan yang dapet giliran masak malam itu Zaenal (anak Lampung) sama Arif (Blitar).

Rencana mereka berdua malam ini mau masak Gurami bakar special ala Lampung kemudian dibumbui kecap manis pedas ala Blitar😀😀  dan singkat cerita waktu makanpun tiba…. horeee…. setelah semua kumpul didapur dan berhadapan dengan Gurami bakar berwarna agak kehitaman dengan bumbu kecap yang ditaburi irisan cabe merah, sungguh sangat menggoda selera. sebagai yang paling senior maka juru masak mempersilahkan saya untuk nganbil pertama kalinya dan kali ini saya putuskan memilih bagian kepala dan alangkah kagetnya saat memotong kepala gurami saya melihat`Gumpalan es batu yg belum mencair dan otomatis bagian dalam gurami belum matang.

usut punya usut ternyata gurami yang dibeli kemaren sesudah dibersihin isi dalamnya lalu kami simpan di Frizer, nah saat tadi mau dibakar Zaenal dan Arif tidak merendam dulu untuk menghilangkan es batunya tapi langsung mereka bakar,  ya.. jadinya kayak gini luarnya matang tapi dalamnya masih berbentuk es batu. maka jadilah dia “Salju Bakar Bumbu Kecap”


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s